Dikisahkan bahwa di sebuah pedesaan, hiduplah seorang pemuda yang memiliki kepintaran diatas rata-rata pemuda lainnya. Kepintaran tersebut telah diakui semua orang. Suatu hari, seorang pejabat dari kota mengunjungi desa tersebut dan mendapati lelaki tersebut sedang 'asyik' mengajari anak-anak desa tersebut agar dapat menulis dan membaca. Tanpa disangka-sangka, pejabat dari kota tersebut tertarik untuk berkenalan lebih dekat dengan sang pemuda. Setelah lama berbicara, sang pejabat tiba-tiba menawarkan sebuah pekerjaan di kota. Setelah berpikir cukup lama, pejabat dari kota tersebut terkejut karena pemuda menolak tawarannya. Walaupun diiming-imingi gaji besar dan kehidupan yang lebih baik, pemuda tersebut tetap menolak untuk menerima pekerjaan tersebut. Walhasil, pejabat tersebut pulang ke kotanya tanpa membawa pemuda tersebut. Selanjutnya, warga desa pun geger di buatnya. Berita penolakan untuk bekerja di kota oleh sang pemuda membuat seluruh warga bertanya-tanya. Bagaimana tidak, bila di banding-bandingkan, pekerjaannya sekarang, yaitu guru bagi seluruh anak desa, sangatlah berbanding jauh tingkatannya dengan apa yang kelak akan ia dapat bila ia menerima tawaran bekerja di kota. Akhirnya, sang pemuda menjadi buah bibir semua masyarakat desa. Ada yang mengatakan bahwa pemuda tersebut sombong, angkuh, sok pintar dan lain sebagainya. Ada juga yang mengatakan bahwa pemuda tersebut penakut, tidak berani menerima tantangan dan semacamnya. Kesan negatif kian melekat pada pemuda tersebut. Hal ini, membuat keluarga pemuda pun gusar. Ibunya, setelah mendengar bisik-bisik negatif tetangga tersebut tidak tahan lagi untuk tidak menegur sang pemuda. Setelah duduk berdua, si Ibu pun membuka pembicaraan. .. Ibu: Akhir-akhir ini ibu mendengar keluhan dari masyarakat desa. Kata mereka, kamu itu sombong angkuh dan penakut. Kenapa kamu menolak tawaran untuk bekerja di kota? Pemuda: Saya takut kalau saya bekerja di kota, tidak ada lagi orang dari desa ini yang akan menyusul saya. Yang saya mau adalah banyak orang desa ini yang mengunjungi desa ini lagi setelah berhasil di kota. Makanya saya maunya ya ngajar di sini aja...


jadi Kesuksesan


sering kali diartikan orang bila dirinya telah mendapatkan apa yang telah ia cita-citakan. Seorang pengusaha, akan dikatakan sukses bila telah mendapatkan untung yang banyak. Seorang penulis akan dikatakan sukses bila telah menghasilkan buku yang best seller. Dan seterusnya.. . Namun, disamping itu, kita ternyata lupa dengan orang-orang sekitar. Kesuksesan, sebagaimana diartikan oleh Albert Einsten, bukanlah keberhasilan yang berdampak pada diri kita sendiri saja. Namun, lebih dari itu, Kesuksesan adalah bila kita berhasil memberikan nilai-nilai sukses pada orang lain yang di sekitar kita. Selanjutnya, masih dalam pembicaraan mengenai kesuksesan, kita sering bertanya-tanya atau bahkan mengeluh, kenapa kesuksesan tidak juga datang kepada kita. Kenapa kita terus ditimpa musibah dan kesusahan. Padahal, sebagaimana sering dikatakan dalam seminar-seminar ataupun kajian-kajian tentang pengembangan diri, apa yang kita peroleh hari ini adalah buah dari apa yang kita perbuat di hari kemarin. Dalam bahasa agamanya, Fa man ya'mal mitsqola zarrotin khairan yaroh. Wa man ya'mal mitsqola zarrotin syarron yaroh. Siapa yang berbuat kebaikan akan menerima kebaikan begitu pula dengan kejahatan. Selanjutnya, kita juga sering tertipu dengan sebuah kesuksesan. Kesuksesan, bagi sebagian orang adalah tujuan final yang tidak ada lagi yang mau dicari setelah itu. Padahal, bila kita kaji lebih dalam lagi, kesuksesan adalah bila kita mampu untuk terus berproses untuk menjadi lebih baik. Artinya, kita tidak berhenti pada sebuah kesuksesan saja ( baca: Kesuksesan dalam arti sosial sebagaimana yang telah saya tuliskan diawal), namun kita terus berusaha untuk meningkatkan kesuksesan tersebut. Dalam bahasa al-qur'an, Allah SWT berfirman bahwa Idza faroghta fanshob, jika kamu telah menyelesaikan sebuah kesuksesan, kerjakanlah sesuatu yang lain untuk menggapai kesuksesan yang lain.

Semoga Bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan posting sesuka anda...

Ayo Gabung!!

CHAT


Free chat widget @ ShoutMix

COUNTER

Counter Powered by  RedCounter

Banner

ads ads
ads ads

Blog Archive

Track IP Address, ISP, Country, Proxy.txt